Senin, 07 Maret 2011

hikmah bershalawat kepada rasulullah

Allah SWT, menyerukan bagi umat manusia untuk selalu bershalawat atas Nabi Muhammad SAW, sebagaimana Firman-Nya ;
“ Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya “ ( QS. Al-Ahzab ; 56 )

Instruksi tersebut jelas bukan sebuah perintah tanpa tujuan. Karena dibalik bershalawat atas Nabi Muhammad SAW ada untaian Mutiara Hikmah yang sangat besar bagi kita. Tujuan tersebut juga bukan sesuatu yang kepentingannya akan kembali kepada Allah atau Rasul-Nya, karena Allah Swt Mahakaya dari butuh pada sesuatu; dan Rasul-Nya juga tidak butuh pada interes tertentu. Dengan demikian bershalawat atas Rasulullah SAW adalah sebuah perintah yang manfaatnya semata-mata untuk kepentingan manusia itu sendiri. Bershalawat atas Rasulullah menandakan karena mencintainya. Apabila kita jujur dalam mencintai Nabi Muhammad SAW, maka hati kita akan selalu merindukan Nabi Muhammad SAW; Apabila kita benar-benar mencintai Rasulullah SAW sudah barang tentu kita akan selalu menyebut-nyebut orang yang dicintainya, mencintai Rasulullah berarti akan selalu bershalawat atas Rasuluulah SAW.
Lalu, apa manfaat dari menbaca Shalawat atas Rasulullah SAW? Berikut untaian Mutiara Hikmah yang sangat besar bagi kita melalui percikan-percikan Sabda Rasulullah SAW :
1 Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra. Bahwasanya ia mendengar Rasulullah SAW bersabda : ”Barangsiapa bershalawat kepadaku sekali, maka Allah memberikan Rahmat kepadanya sepuluh kali”. (HR. Muslim) 
2 Dari Ibnu Mas’ud ra. Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : ”Orang yang paling dekat denganku nanti pada hari kiamat, adalah mereka yang paling banyak membaca shalawat untukku” (HR. Turmudzi) 
3 Dari Aus bin Aus ra. Ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : ”Sesungguhnya hari-hari kalian yang paling utama adalah hari Jum’at, oleh karena itu perbanyaklah membaca shalawat untukku pada hari itu, karena sesungguhnya bacaan shalawatmu itu diperlihatkan kepadaku.” Para Sahabat bertanya : ”Wahai Rasulullah, bagaimana bacaan shalawat kami diperlihatkankepada engkau sedang jasad engkau sudah bercampur dengan tanah?” Beliau bersabda: ”Sesungguhnya Allah mengharamkan kepada bumi untuk memakan jasad para Nabi.” (HR. Abu Dawud) 
4 Dari Abu Hurairah ra. Ia berkata: Rasulullah SAW bersabda : ”Sungguh hina orang yang mendengar namaku disebut kemudian ia tidak membacakan shalawat untukku”. (HR. Turmudzi) 
5 Dari Abu Hurairah ra. Ia berkata: Rasulullah SAW bersabda : ”Janganlah kalian menjadikan kuburku sebagai tempat perayaan, dan bacalah shalawat untukku karena sesungguhnya bacaan shalawatmu akan sampai kepadaku dimanapun kalian berada”. (HR. Abu Dawud) 
6 Dari Abu Hurairah ra. Ia berkata: Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : ”Tiada seseorang yang mengucapkan salam kepadaku melainkan Allah mengembalikan nyawaku, sehingga aku dapat menjawab salam kepadanya”. (HR. Turmudzi) 
7 Dari Ali ra. Ia berkata: Rasulullah SAW bersabda : ”Orang kikir yaitu orang yang apabila namaku disebut disisinya, ia tidak mengucapkan shalawat kepadaku”. (HR. Turmudzi) 
8 Dari Fadhlah bin Ubaid ra. Ia berkata: Rasulullah SAW mendengar seseorang berdoa sewaktu shalat, dimana ia tidak mengagungkan nama Allah Ta’ala dan tidak membacakan shalawat untuk Nabi SAW., kemudian Rasulullah SAW bersabda: ”Orang ini sangat tergesa-gesa.” Beliau lantas memanggilnya dan bersabda kepadanya atau juga kepada yang lain: ”Apabila salah seorang diantara kalian mengerjakan shalat, maka hendaknya ia memulainya dengan memuji dan menyanjungTuhannya Yang Maha Suci, kemudian membacakan shalawat untuk Nabi SAW, baru sesudah itu berdoa sekehendaknya”. (HR. Abu Dawud dan Turmudzi)
Demikian sepercik dari samudra untaian mutiara hikmah bershalawat atas Nabi Muhammad SAW, semoga bermanfaat yang pada akhirnya dapat meningkatkan Mahabbah kita kepada Rasulullah dan banyak bershalawat kepadanya, sehingga kita senantiasa dapat syafaatnya dihari akhir kelak, serta dapat berkumpul bersama-sama orang yang sangat kita cintai yakni Rasulullah Muhammad SAW. Amin Yaa Rabbal ’Alamin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar